Kau bertanya padaku, benarkah ini yang terbaik? Ku jawab, ya
Lagi, Kau bertanya padaku, apakah ini yang ku inginkan? Ku jawab ya
Sekali lagi kau bertanya padaku, apakah ini sudah berakhir? Dan ku jawab,
ya
Ya, ini yang terbaik bagi kita. Bersamaku hanya akan menyakitimu. Berada
disisiku hanya akan menyusahkanmu. Lebih baik kita berakhir sekarang daripada
kau memutuskan untuk meninggalkanku karena lelah menghadapiku
Ya, ini yang ku inginkan. Teramat sangat kuinginkan hingga air mataku terus
mengalir tanpa henti setelah akhirnya terwujud. Teramat sangat kudambakan
hingga rasanya tak sanggup bagiku untuk percaya bahwa ini menjadi kenyataan.
Ya, ini sudah berakhir. Kisah kita, ikatan kita. Tak ada lagi kau dan aku.
Tak ada lagi kata kita. Hanya ada aku dan kesakitanku. Hanya ada aku dan
kebodohan yang menemaniku. Bodoh karena melakukan ini. Bodoh karena memilih
jalan ini. Bodoh karena aku terlalu takut melangkah jauh bersamamu.
Aku tak ingin melakukannya. Aku sangat menyayangimu. Teramat sangat. Namun
kau berhak mendapat yang lebih baik. Kau berhak tersenyum bahagia. Kau berhak
merasakan bahagia. Sesuatu hal yang tak bisa ku berikan padamu.
Aku tak mau mengakhiri ini. Rasanya menyakitkan bagiku melakukannya. Tapi
ini harus. Karena aku tahu kau tak mungkin mengatakannya. Karena aku tahu kau
terbaik baik hingga tak ingin menyakitiku.
Maafkan aku. Maafkan aku dan kebodohanku. Maafkan aku dan keputusan tak
masuk akal yang ku pilih. Maafkan aku dan tinggalkan aku sendiri. Pergilah saat
aku masih sanggup untuk menahan airmataku. Pergilah sebelum aku menarik lagi
keputusanku. Pergilah sebelum aku berlari untuk memohon padamu tuk kembali.
PERGILAH!!!
Pergilah, menjauhlah, namun jangan lupakan aku. Jangan pernah lupakan gadis
bodoh ini. Jangan pernah lupakan kenangan yang kita miliki. Jalanlah dijalan
kita masing – masing. Teruslah berjalan. Tanpaku.


